Future Engineer Ter Stegen
Oud-Heverlee Leuven, klub yang dibela Bailly, menyabet tiket promosi berkat kemenangan di Eupen. Ini menjadi momen terbaik Bailly dalam empat tahun terakhir sejak dia kehilangan tempat di timnas Belgia dan klub Bundesliga, Borussia Monchengladbach.
Adalah Marc-Andre ter Stegen yang mendepak Bailly dari tim utama di klub Jerman, untuk kemudian dipinjamkan ke Swiss dan berujung di klub divisi dua Belgia. Berbalik dengan Bailly, karier Ter Stegen justru terus menanjak. Dia kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil di Olympic Stadium bersama para pemain terbaik lainnya. Jutaan pasang mata akan menyaksikan aksi Ter Stegen di laga pamungkas Liga Champions musim ini.
Perjalanan karier Ter Stegen boleh dibilang sensasional. Dia mulai bermain sepakbola di usia empat di klub kampung halamannya, Borussia Monchengladbach, dan mereka menyadari potensi bocah ini saat memasuki remaja. Di sinilah permainan Ter Stegen mulai mengancam posisi Bailly.
Di musim 2010/11 performa Bailly tidak sesuai harapan, puncaknya adalah ketika dia meninju bola yang masuk ke gawangnya sendiri sehingga berujung kekalahan melawan Kaiserslautern. Akibatnya, Gladbach berada di zona degradasi. Lucien Favre, pelatih anyar Gladbach ketika itu mengambil keputusan berani memanggil Ter Stegen yang masih berusia 19.
Ter Stegen pun tak menyia-nyiakan kepercayaan sang arsitek. Hanya kebobolan tiga kali dalam enam pertandingan, Ter Stegen membantu Gladbach bertahan di kasta teratas. Kemudian ‘Beckham-nya Belgia’, begitu sebutan Bailly, meninggalkan klub dan Ter Stegen menancapkan kariernya. Sebanyak 15 clean-sheet dicatat Ter Stegen di musim kedua sekaligus membantu Gladbach menembus kualifikasi Liga Champions. Cuma Manuel Neuer, kiper Bayern Munich, yang memiliki rekor lebih baik darinya kala itu.
Seiring berjalannya waktu, aksi impresif Ter Stegen di bawah mistar terus menuai pujian. Mulai dari Neuer, kemudian rekan setimnya di saat ini di Barcelona, Lionel Messi dan Andres Iniesta.
“Ter Stegen sensasional, kiper masa depan,” ucap Neuer setahun lalu. “Dia lincah dan sangat paham bagaimana mengatasi situasi paling rumit sekalipun.”
Pujian itu datang sebelum Ter Stegen ditebus The Catalans seharga 12 juta euro, dan Neuer menambahkan: “Saya tak tahu jika dia siap bermain untuk Barca. Anda harus bertanya kepada pelatih mereka.”
Ter Stegen mengalami cedera punggung dalam pramusim dan kiper Barcelona lainnya, Claudio Bravo, tampil sebagai pilihan pertama di liga pada Agustus. Ter Stegen harus menunggu sampai medio September untuk melakoni debut di laga pembuka Liga Champions, menang 1-0 versus Apoel Nicosia.
Dia melakukan kesalahan saat Barca kalah 3-2 di Paris Sanit-Germain pada pertandingan selanjutnya, tapi pelatih tetap memberi kepercayaan. Namun kesalahan tersebut tampaknya benar-benar dijadikan pelajaran berharga untuknya. Ter Stegen justru makin kokoh diantara tiang gawang.
Tak percaya? Tanyakan saja kepada Sergio Aguero, Zlatan Ibrahimovic, Edinson Cavani, Bastian Schweinsteiger, Thomas Muller dan Robert Lewandowski. Dia melakukan penyelamatan brilian untuk menggagalkan peluang sederet pemain tersebut, termasuk penalti Agüero dan sepasang peluang Lewandowski pada leg kedua semi-final.
Pemain 23 tahun juga membantu skuat Luis Enrique menyegel titel Copa del Rey dan tampil di 12 laga Liga Champions sebelum melenggang ke partai penentu kampiun. Dari 20 penampilan di copa, Ter Stegen kebobolan 15 gol, namun dia belum memainkan satu pun pertandingan di 38 laga La Liga. Posisi kiper di Liga sudah dikunci Bravo.
“Ini sulit untuk saya, keluar masuk tim dan tidak bermain di semua pertandingan, tapi itu bagian dari perkembangan pemain dan saya senang bisa main di Liga Champions - ketika lagu dimainkan saya sangat bersemangat,” Ter Stegen kepada Uefa.com.
Melihat performa brilian Ter Stegen, Messi terkesan. “Ter Stegen sangat mengejutkan saya sejak hari pertama. Dia bisa jadi yang terbaik di dunia dalam beberapa tahun ke depan.”
“Dia sempurna di setiap aspek pertandingan. Kami sangat senang," Iniesta tak mau kalah memuji.
Distribusi Ter Stegen luar biasa, sama seperti Neuer, dan keberadaannya memberikan kepercayaan diri kepada para defender. Dia memiliki refleks secepat kilat dan mampu memposisikan diri dengan baik.
“Dia cerdas, ambisius dan memiliki sikap besar. Sebagai seorang remaja dia sadar, penting bagi seorang kiper untuk terlibat dalam konstruksi pergerakan tim, dan dia senang berlatih dengan outfield player. Dia bisa merasakan sepakbola, dia bisa menciumnya, dia memiliki antisipasi bagus,” urai pelatih Gladbach Favre.
Target selanjutnya Ter Stegen adalah menembus tim utama liga, tapi Bravo jelas bukan sosok yang mudah dikesampingkan. “Barcelona memiliki kiper-kiper terbaik di dunia,” kata Luis Enrique.
Ya, kiper-kiper, yang berarti plural.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar